This site can be viewed only with Internet Explorer ver. 7.0 above. /
Indonesia approves IDR 14T east Palapa Ring network concession

// Biaya Logistik Indonesia Termahal di ASEAN

Biaya logistik di Indonesia dikenal mahal dibanding negara lain. Meski keluhan ini sering disampaikan pengusaha kepada pemerintah, realisasi menekan biaya tinggi itu belum pernah menggembirakan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, menyebut biaya logistik di Indonesia termasuk paling mahal di Asia Tenggara. Bila dihitung dan dibandingkan total cost per unit, di Indonesia bisa mencapai di atas 10-15 persen. “Di negara lain, umumnya tidak sampai lima persen,” kata Sofyan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin 4 Oktober 2010. Apindo berharap pemerintah bisa berkonsentrasi menekan biaya tinggi di Indonesia. Pentingnya menata konektivitas infrastruktur nasional seperti jalan dan pelabuhan adalah kunci menekan biaya logistik. “Kalau ada efisiensi dari konektivitas, kami tentu akan lebih baik. Paling tidak harga akan jadi lebih murah,” katanya. “Tapi sayang, kami selalu ragukan dalam pelaksanaannya. Katanya buat konektivitas, tapi satu sama lain tidak sinkron, selalu menimbulkan masalah dalam action plan-nya,” ujar dia. Permasalahan sekarang, menurut Sofyan, pemerintah tidak saling bekerja sama secara baik. “Ngomong saja betul, tapi pelaksanaannya tidak jalan. Itu saja yang saya khawatirkan,” kata dia. Kondisi itu bisa dilihat dari banyaknya masalah yang tidak bisa diselesaikan mulai dari transportasi darat, kereta api, pelabuhan laut hingga udara. “Menata konektivitas itu harus bersama-sama, sehingga satu sama lain jadi sinkron. Kami pun bisa efisien bekerja. Sekarang kan jalan sendiri-sendiri,” ujar dia. Sumber: vivanews.com