This site can be viewed only with Internet Explorer ver. 7.0 above. /
Indonesia approves IDR 14T east Palapa Ring network concession

// Jasa Logistik Bisa Tumbuh 8,3 Persen

JAKARTA-Pendapatan jasa logistik diperkirakan akan tumbuh 8,3 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 1,414 Ij-iliun pada 2011 ini. Agar tercapai proyeksi itu, pemerintah didorong segera mengimplementasikan sistem logistik nasional (Sislognas). “Sistem itu penting untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam industri logistik internasional,” ujar Vice President Transportation and Logistics Practice Asia Pacific Frost Sullivan, Gopal R, dalam acara Indonesia Logistics Outlook 2011 di Jakarta, Kamis (27/1). Gopal mengatakan, pertumbuhan sektor logistik analog dengan perekonomian yang semakin positif. Pertumbuhan itu terutama ditopang empat industri kunci, yakni minyak dan gas (migas), pertambangan, manufaktur, serta perkebunan. “Migas memiliki potensi bisnis paling besar. Kontraktor industri migas mengeluarkan 1,5 miliar dolar AS untuk jasa transportasi laut di Indonesia pada tahun lalu. Sekitar 700 juta dolar AS menjadi bagian keuntungan pemilik kapal lokal,” katanya Sementara itu, Gopal melanjutkan, potensi ekspor batu bara juga menjanjikan. Saat ini Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia, sekitar 209,4 juta ton diekspor dalam sembilan bulan pertama 2010. Sebanyak 95 persen batu bara diekspor ke Cina, India, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filipina, Italia, dan Hong Kong. Selain itu, Indonesia merupakan eksportir minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia. Industri manufaktur Indonesia terkoneksi dengan sektor penghasil ba-han baku, di antaranya Cina, Thailand, atau Kamboja, sehingga membuka peluang bagi pelaku jasa logistik. Namun, menurut Gopal, masih ada sejumlah hambatan dalam infrastruktur transportasi dan logistik. Dia mengatakan, pemerintah lambat menangani kendala sumbatan di sektor logistik. Seperti belum terintegrasinya pasar yang tersebar secara geografis, minim pelaku profesional di bidang logistik, dan rendahnya kerja sama pemerintah-swasta dalam infrastruktur. “Padahal, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pulihnya perdagangan dunia, menggeliatnya komoditas kunci, dan derasnya arus modal masuk,” jelasnya. Mengingat posisi geografis yang strategi di kawasan Asia Pasifik, Indonesia berpotensi menjadi penghubung utama di kawasan Asia Tenggara. Hanya saja, Gopal mengingatkan kondisi infrastruktur logistik Indonesia belum mendukung potensi itu. Dia mengutip laporan Bank Dunia yang menyebutkan indeks kinerja logistik Indonesia turun menjadi urutan ke-7 5, tahun lalu. Sumber : www.republika.co.id