This site can be viewed only with Internet Explorer ver. 7.0 above. /
Indonesia approves IDR 14T east Palapa Ring network concession

// Kongesti belum tertangani secara tuntas

JAKARTA: Kongesti dan antrean kapal di sejumlah pelabuhan di dalam negeri belum teratasi, sehingga perusahaan pelayaran dalam mengoperasikan kapal di dalam negeri  lebih banyak merugi. Bambang Sudarsono, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Bidang Angkutan Curah, mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk sama-sama mencari sulusi mencegah kongesti yang merugikan perekonomian nasional itu. “Pelindo selaku pengelola pelabuhan harus bertanggung jawab penuh mengumpulkan semua unsuur terkait dalam pelayanan kelancaran arus barang dan kapal untuk mencari solusi mencegah kongesti,” ujarnya Bisnis kemarin. Kerugian perusahaan pelayaran tersebut, kata dia, merupakan kerugian perekonomian nasional sehingga Pelondo paling tidak setiap sekali seminggu dapat mengumpulkan semua unsur terkait yang disaksikan oleh Administrator Pelabuhan (Adpel). “Berkumpul selain mencari solusi mencegah kongesti juga sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelayanan dalam satu minggu,” tuturnya. Menurut Bambang, kapal antre menunggu pelayanan sandar satu hari di pelabuhan menimbulkan kerugian sekitar Rp35 juta. Bisa dibayangkan kerugian pelayaran begitu besar karena kini rata-rata kapal antre di pelabuhan sampai dua minggu lebih. Pengoperasian kapal petikemas, kapal curah dan kapal general cargo di dalam negeri kondisinya lebih banyak merugi karena waktu tunggu atau antre pelayanan sandar di pelabuhan sudah hitungan beberapa pekan dan bukan lagi hitungan hari apalagi hitungan jam. “Kapal dan muatan sudah siap, tapi pelabuhan tidak mampu melayani lagi,” kata Bambang. Dia mengatakan kini antrean kapal curah dan general cargo terparah adalah  di Pelabuhan Teluk Bayur, Panjang, Tanjung Priok, Samarida, Balikpapan dan Banjarmasin. Adapun, antrean untuk kapal petikemas terparah adalah di Pelabuhan Pontianak dan  Belawan. Selama ini, katanya, tidak ada usaha dari Pelindo untuk mencarikan solusi padahal ancaman kongesti sudang sering terjadi, tapi pernah ada usaha mencari jalan keluarnya. /Dermaga kosong/ Putra Mulia, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Panjang, Bandar Lampung,  mengakui kini ada 20 kapal antre di luar dam dan ada yang sejak 27 Agustus 2010. “Tapi sebetulnya dermaga masih ada kosong dan pemilik barang belum siap bekerja 24 jam karena masih suasana libur,” katanya. Agen kapal dan pemilik kargo tidak mengajukan dokumen PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang) kepada Pelindo II cabang Panjang dengan alasan karena shiper (perusahaan pelayaran) masih libur dan tidak bisa bekerja 24 jam sesuai kesepakatan. Hal ini membuat para agen memilih kapal tetap diposisi labuh menunggu shiper selesai libur. “Informasi ini kami dapat dari para agen yang kami undang untuk menjelaskan kenapa mereka tidak mengajukan PPKB sementara dermaga ada yang kosong,” tuturnya. Sementara itu Di Pelabuhan Teluk Bayur Padang dilaporkan kapal antre sebanyak 12 kapal juga  ada yang dari Agustus 2010. Kapal itu antre untuk bongkar pupuk, petikemas dan memuat semen, kayu. Hudadi Soerja Djanegara, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Teluk  Bayur, mengatakan kapal yang antre itu lebih banyak untuk memuat semen dan  bongkar pupuk. “Pemuatan semen di pelabuhan ini banyak ditentukan oleh PT Semen Padang karena bongkar muat dilaksanakan di DUKS (Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri).” Dari 12 kapal antre di pelabuhan itu terdapat KM Pul Perkasa kapasitas angkut 6.500 DWT tiba di Teluk Bayur 19 agustus 2010 antre menunggu sandar 6 hari dan 5 hari bongkar  muatan di dermaga. Namun, kapal itu harus keluar lagi untuk antre kembali untuk memuat selama 14 hari dan baru dilayani untuk sandar kembali pada 16 September 2010 pekan lalu. Kapal tersebut hingga kini masih di Pelabuhan Teluk Bayur tengah memuat 5.000 ton semen tujuan Pelabuhan Panjang. Sementara itu, Pelabuhan Pontianak sejak Senin pekan lalu telah melakukan overbrengen (pemindahan) terhadap petikemas kosong ke depo di luar pelabuhan sebanyak 40 boks setiap hari. General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Pontianak, Solikhin mengatakan pekan lalu sudah dilakukan overbrengen sebanyak 200 boks emty dan PT Pelayaran Tempuran Emas mulai memuat petikemas emty sebanyak 200 boks diangkut ke Tanjung Priok. “Namun kondisi lapangan masih padat, sehingga masih belum mampu untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat petikemas menjadi 18 boks per jam sesuai permintaan perusahaan pelayaran,” ujarnya kepada Bisnis kemarin. (sut) Bisnis Indonesia Oleh: Aidikar M Said